memotivasi diri

Teman-teman terkasih,

jika kau masih hidup sampai sekarang,
berarti kau masih beroleh anugerah Tuhan
yaitu kesempatan untuk mewarnai dunia dengan cerahmu'


My Beloved Friends,
if you still alive,
that means you still get a grace from God,
a chance to color the world with your bright.

Selasa, 13 Maret 2018

Kalah

Aku masih terpesona
Kupikir telah mereda
Namun getar itu masih ada
Kukira telah berlalu
Ternyata debar itu masih tinggal

Saat bahkan tak bersua
Masih hati bergolak mengingatnya
Sontak batin bersenandung
Sesaat ketika bayangnya menghampiri

Aku tak tahan lagi kini
Aku bisa mati karena mencinta
Mencinta dalam diam yang tersembunyi
Aku bisa tergeletak tak berdaya
Tak berdaya karena menahan rindu
Merindu jiwa sampai sesak

Ah kapankah dia pahamkan ini
Agar tak lagi menyentuh hatiku
Agar tak lagi membawa pergi hatiku

Sungguh aku tak kuasa lagi
Gejolaknya begitu berani
Membuat angan terus melambung
Seolah akan menyatu di akhir nanti

Aku masih ragu dalam akalku
Nakun hatiku telah terpanah asmaranya
Aku bagai tak bertameng dalam sebuah perang
Yang penuh dengan hujaman panah cinta
Dan semua menghujam tepat di jantungku
Aku kalah tak berdaya
Dia telah mendapatkan hatiku

Senin, 12 Maret 2018

Yang tercuri (itu hati)

Aku terus merapuh
Bukan karena tersepuh
Namun terus melepuh
Karena rasa mendesak penuh

Kapankah semua berakhir
Apakah mungkin bahagia
Ataukah kembali hanya mimpi
Yang mewarnai di sejenak rasa

Ah jiwa seandainya tahu
Bagaimana sesaknya karena dia
Ingin kupinjam sauh
Untuk menjauh sangat darinya

Ah batin mengapa terus melara
Meski berusaha tak berpijak
Dalam keadaan yang fana
Terasa terus bertambah sesak

Ah nurani bagaimana caramu berlari
Sejauh jauhnya dari kejarannya
Kejaran deru rasa menggelora
Bersama kencangnya tiupan pesona

Kemana akankah tersembunyi
Dimanakah yang tak tertemukan
Apakah di ujung rindu ini
Adalah kebahagiaan bersamanya
Ataukah yang berbalikannya

Sungguh sebuah misteri hati
Antara ingin bersama dan ragu menerima
Katakanlah padaku segera
Apa harus kubuat agar lega

Hati ini cepatlah segera kembali
Janganlah berlama-lama tercuri

Kebersamaan yang sejenak

Sejenak bertatap membuat hati menggegap
Sejenak bersama menyapu rasa yang menggelora
Sejenak terdiam berdua menyepikan rindu

Rindu itu masih sama
Percikan nuansanya masih membasahi jiwa
Hasrat cinta masih juga tetap
Masih belum teredam oleh kebersamaan
Yang hanya sejenak

Harus selama apa aku menahan diri
Harus sesabar apa aku menanti
Haruskah aku mendambamu saja
Ataukah pergi dalam ingatan indah saja
Akan kebaikanmu dan perhatianmu
Yang menumbuhkan rasa mendalam di kalbu

Jangan mendekat
Aku tak kuasa
Jangan menghampiri
Aku tak berani
Bahkan menatapmu
Aku tak mampu
Karena rasa di hati
Begitu mendesak
Kutakut bila kau tahu
Dalam sekejap
Segala rasaku padamu
Yang tersembunyi rapi

Minggu, 11 Maret 2018

Hadirmu

Hujan ..
Hadir di senja ini
Namun tak juga terhapuskan
Bayang hadirmu
Aku seperti membuang waktuku
Hanya untuk mengenangmu

Aku sungguh tak mau
Namun kau tetap di sana
Dalam setiap nafasku
Dalam setiap detakanku

Kau ada di sana
Kau tinggal di sana
Kau diam di sana

Aku melangkah pergi
Kau masih di sana
Aku memejamkan mata
Kau pun di sana
Aku sungguh tak kuasa
Menghadapi nyata hadirmu
Di mana - mana
Di bagian hidupku

Sabtu, 10 Maret 2018

Kamu

Aku mengingatmu lagi
Aku merindumu lagi
Mengapa lagi dan lagi
Rasa ini hadir menyapa hati

Aku rasa ingin berbenah
Agar hati berhenti menanti
Namun kalbu tak lagi
Bisa bersembunyi
Dari rasa ini

Aku ingin pergi ke kutub
Agar rasa ini membeku
Aku ingin ke kepundan gunung
Agar rindu ini melebur
Aku ingin ke samudera raya
Agar cinta ini tenggelam

Aku tak ingin merasa
Aku tak ingin merindu
Aku tak ingin memikirkanmu
Semua yang tak ku ingin
Itulah yang menghampiri

Aku tak bisa lari lagi
Menjauhi pesonamu
Yang menawanku kini
Tak bisa lepaskan diri
Dari debar karena ingatan
Akan semua kebaikanmu
Dan perhatianmu

Kau telah berhasil
Membuatku tak berdaya
Dalam dekapan rasa membara
Yang menghanguskan dinginku

Terperangkap rasa

Apakah aku mampu ...
Menahan deru itu ..
Yang semakin kuat
Di kedalaman kalbu..

Ataukah aku kuat
Menahan getaran rasa
Yang begitu menyesak
Membuatku terperangkap

Ah hatiku
Mengapa kau tak berhati-hati
Menjaga pintumu agar tidak terbuka
Saat cinta masuk tanpa mengetuk

Ah nuraniku
Mengapa kau tak berjaga
Dan begitu mudah terlelap
Saat asmara menyerbu
Kau tak tahu

Ah akalku
Dimanakah saat itu datang
Sedang tersembunyikah
Atau sedang sangat sibukah
Sehingga tak menyadari rindu
Yang mendadak mematikanmu

Seakan menjadi lupa
Akan semua yang berjalan baik
Menjadi mudah terlambungkan rasa
Terpenjara dalam rindu tak tentu
Membuat selalu ingin bertemu
Dan terdiam tak berdaya di hadapmu

Saat deru getaran kalbu
Menyesak

Sesaat itu

Kisahmu denganku
Sesaat ingin kuuntai dalam kata
Sesaat ingin kurangkai bagai bunga
Sesaat ingin kubingkai di nurani
Kisah yang sesaat saja
Seolah mimpi bagai drama
Namun itu sungguh nyata
Seolah seperti kisah klasik
Namun itu kisah masa kini
Bagai kisah negeri dongeng
Namun itu kisah yang ada sungguh
Bila kisah ini pun berlalu segera
Aku menikmatinya saja
Sejenak yang indah itu
Tetaplah anugerah Tuhan
Sejenak yang menggetarkan
Pun adalah dalam ijin Tuhan
Sesaat yang kan terkenang
Di selamanya bagian hidupku
Ya sesaat itu ..
Sesaat saat kau ada bersamaku
Sesaat saat kau menggundahkan jiwaku
Sesaat saat aku ingin menghentikan waktu