memotivasi diri

Teman-teman terkasih,

jika kau masih hidup sampai sekarang,
berarti kau masih beroleh anugerah Tuhan
yaitu kesempatan untuk mewarnai dunia dengan cerahmu'


My Beloved Friends,
if you still alive,
that means you still get a grace from God,
a chance to color the world with your bright.

Senin, 21 Oktober 2019

Tujuh Kuntum Sekar Wijaya Kusuma


Sekar kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia artinya bisa bunga, atau juga nyanyian. Namun dalam hal ini saya mengambil arti yang pertama yaitu bunga. Sementara Wijaya Kusuma adalah nama salah satu jenis bunga. Jadi kalau Anda baca Sekar Wijaya Kusuma berarti Bunga Wijaya Kusuma. 

Saya memang pernah mengisahkan tentang bunga ini di artikel saya beberapa bulan lalu. Anda bisa baca di sini: Asyiknya bertanam-bunga-wijaya-kusuma. Apa yang sudah saya tulis di artikel tersebut tidak akan saya ulang. 

Saya memang cukup lama menantikan sampai mendapati bunga ini mekar banyak. Beberapa kali hanya mekar satu atau dua bunga. Lalu bertambah hingga empat bunga. Meski sering lihat bunga ini mekar, namun setiap kali saya selalu nantikan lagi dan lagi. 

Suatu kali saya mendapati ada tujuh kuncup bunga Wijaya Kusuma. Sebuah kejutan indah bagi saya. Sampai saya beri tanda dalam foto untuk memastikan kalau ketujuh calon bunga itu tetap pada daunnya saat waktunya mekar. Tidak ada yang runtuh satupun. Itu harapan saya.


Lihatlah foto ketujuh kuncup bunga di atas. Jenis bunga Wijaya Kusuma ini memang kecil. Tapi kalau bisa mekar semua pasti akan lebih semarak baik warna pun harumnya. Dengan penuh kesabaran saya terus menantikan mekarnya mereka bersama. 

Pada waktu sore dan malam terlihat sekali perbedaan bentuk dan ukuran kuncup yang siap merekah menjadi bunga indah. Saya juga sempat mengabadikannya.


Apakah ada diantara Anda yang pernah melakukan hal ini juga? Mengambil gambar setiap moment perubahan bunga ini dari kuncup hingga mekar? Kalau ada dari pembaca melakukan hal ini, berarti kita sama. Anda dan juga saya bukan satu-satunya pencinta bunga yang sampai sebegitunya menunggu bunga mekar. 

Kesabaran macam apa yang saya punya, jangan Anda tanyakan. Karena sejak membawa tanaman bunga ini dari rumah  dan merawatnya hingga berbunga, memang lebih dari dua tahun. Apakah saya putus asa? Kadang itu terasa.


Namun ketika akhirnya kini, pada sekitar menjelang tahun ke 4 saya merawatnya, sekar wijaya kusuma bersedia mekar hingga tujuh bunga bersamaan. Indah dan patut ditunggu. 

Bagaimana jika Anda adalah saya? Apakah Anda juga akan menunggunya mekar meski harus begadang sampai malam? 


Bukan hanya itu, seandainya saja bunga ini bisa bicara dan bergaya, entah berapa kali dia harus merubah posisi untuk dapat jepretan kamera saya. 

Saya memiringkan bunga-bunga itu kesana-kemari demi mendapatkan segala posisi terbaik bunga. Baik dari tepian atau samping, dari belakang dan juga dari depan. Untung ya bunga-bunga ini tidak protes pada saya. 


Angka tujuh melambangkan apakah? Adakah rekan pembaca yang menyukai angka tujuh? Saya tidak mau mengartikan angka tujuh berdasarkan keyakinan saya. Karena ini bisa berbeda dengan Anda. Dan itu sungguh sah-sah saja.

Namun, dari hasil pencarian saya di Wikipedia, angka tujuh ini mempunyai penggunaan yang cukup umum dan penting. Saya kutipkan di sini ya.


Jumlah Bangunan yang merupakan keajaiban dunia.


Jumlah bulan pada kalender Masehi yang lamanya 31 hari.


Jumlah hari dalam 1 pekan.


Jumlah huruf yang dipergunakan dalam angka Romawi (yaitu: C, D, I, L, M, V, dan X).


Jumlah nada dalam tangga nada diatonik.


Nilai pH air dan larutan netral (bukan asammaupun basa).


Jumlah nomor atom Nitrogen.


(Sumber Wikipedia)

Wah tanpa sengaja pun saya cantumkan tujuh contoh keistimewaan angka tujuh yang dipakai secara umum. 

Itu hanya sedikit intermezo saja dari saya yang kebetulan mendapati ada tujuh sekar wijaya kusuma yang mekar bersama.


Foto di atas salah satu hasil karya saya yang saya sempat postingkan di instagram saya. Sekar Wijaya Kusuma dari segala sisi. Rasanya saya tak ingin keanggunan dan keindahan sekar Wijaya kusuma ini berlalu begitu saja. Harus diabadikan.

Setelah mekar indah sampai tujuh bunga bersamaan, tanaman Wijaya Kusuma saya belum mekar bunga lagi. Hanya beberapa kuncup yang saya sudah mulai lihat. Kalau bunga ini mekar sempurna, ukurannya memang tidak ada setangkup tangan orang dewasa karena jenis bunga kecil.


Serunya menanam bunga Wijaya Kusuma adalah tidak perlu sering-sering menyiraminya. Karena termasuk jenis kaktus, maka bunga ini justru bisa bertahan meski dalam kondisi kemarau. 

Namun bukan berarti tidak butuh air ya. Malahan menurut cerita Ibu saya, hampir semua tanaman Wijaya Kusuma di rumah mengering daunnya dan sepertinya mati karena tidak ada saya yang menyiraminya.

Meskipun demikian, ada satu rumpun tanaman bunga Wijaya Kusuma yang sempat saya tanam di lubang pohon Mangga malah bisa timbuh indah. Ajaibnya pemeliharaan Tuhan pada tanaman ini bagi saya.


Ibu saya meski sudah lansia memang rajin berolah raga. Setiap pagi selalu sepedaan dan sorenya ikut senam bersama para tetangga. Tidak apa asal sehat dan menikmatinya. Ada foto tanaman ini di sebelah Ibu saya. Apakah terlihat? Coba saya krop dan perbesar semoga lebih jelas fotonya untuk Anda. Tapi maaf ya kalau fotonya kurang jelas hasil "crop"nya.


Tanaman Wijaya Kusuma yang di sela-sela lubang pohon mangga inilah yang saya tanam dan masih bertahan.

Dan terakhir akan saya tampilkan foto tanaman Wijaya Kusuma di antara koleksi tanaman saya lainnya. Indah nian dia saat malam tiba. Tepat seperti sebutannya secara umum, " Queen of the night ". Sering juga orang menyebutnya" The Cereus ". Foto saya tidak perlu tampil lagi kan? Sudah terlalu banyak ya foto diri saya muncul di artikel lainnya.


Sekian kisah saya bersama ketujuh Sekar Wijaya Kusuma yang mekar bersama. 

....

Written by Ari Budiyanti

20 Oktober 2019

Sabtu, 19 Oktober 2019

Jangan Tebarkan Takut di hadapku

Kala senja kian terlewati
Dalam deru harap melanda kalbu
Pun melaju pada sang pagi
Beranjak pelan menuju harap baru

Di sana ku dengar berita
Yang menggemparkan batin
Di sini kujalani hidup nyata
Dalam perjuangan penuh prihatin

Lalu gegap gempita kisah lara
Makin disuarakan kian menggema
Membuat jiwa ini meronta
Menahan rasa takut kian membara

Biar kujalani hidupku dalam tenang
Hingga saat ku bisa berpulang
Jangan kau tambahkan cemas datang
Dalam jeruji perjalanan terbentang

Aku hanya ingin berjalan di garisku
Ku tahu bukan kamu sang penentu
Jangan tebarkan cekam membatu
Dalam nurani yang rapuh tak menentu

Biarkan aku terus melangkah
Dalam keyakinanku terpadu
Bahwa setiap jalanku telah tepat arah
Meski jauh berbeda denganmu

..
Catatan batin
Written by Ari Budiyanti
20 Oktober 201

#PuisiHatiAriBudinyanti

Kamis, 17 Oktober 2019

Melompati Batas Kuatku

Gerak lenganku terhambat diri
Oleh nyeri yang membiru hati
Masih bisa bergerak lukiskan hari
Bahwa karyaku belum usai di sini

Entah lelah apa menggelayuti
Saat kaki enggan melangkah lagi
Bahwa raga seolah tertusuk duri
Membuat kaki berderap tertatih sepi

Belum pula sakit yang berpadu perih
Menghiasi sepanjang jalan pulang tadi
Karena kaki terantuk seolah seperti besi
Meninggalkan memar menghitam kini

Kubilang lelah aku ingin berhenti
Dalam masa yang kukira sebuah transisi
Saat hampir celaka pun menghampiri
Menimpa perjalanan sibuk meski di tepi

Mungkin aku sudah tak sanggup
Menghadapi semua aral redup
Seolah semua telah penuh menjadi
Sebuah lompatan pada kuat nurani

Ternyata sudah melompati batas kuatku

....

Written by Ari Budiyanti
17 Oktober 2019

#PuisiHatiAriBudiyanti

Jumat, 04 Oktober 2019

Taman Bunga Nusantara, Surga bagi Pencinta Bunga


Taman Bunga Nusantara menjadi alternatif tempat wisata yang saya rekomemdasikan bagi Anda dan keluarga. Menjelang akhir Minggu, jika Anda ada rencana bepergian, bisa coba mengunjungi taman ini. Letaknya di Jl. Mariwati KM. 7, Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Kawungluwuk, Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43254 Bogor. 


Jadi bagi Anda yang berdomisili sekitar Jawa Barat, lokasi taman bunga ini cukup dekat. Atau seandainya Anda sedang ada kegiatan di area sekitar Bogor, ada baiknya mengunjungi taman bunga ini. 

Mengapa saya merekomendasikan tempat wisata ini? Berikut ini kisah saya saat menikmati sejenak Taman Bunga Nusantara. Saat masuk ke area Taman Bunga, kita akan disambut dengan keindahan bunga anggrek aneka warna yang terdapat di bagian depan gedung utama. 


Kedua sisi dihiasi tanaman bunga anggrek. Baik sisi depan gedung dekat pintu masuk maupun bagian sisi gedung lainnya setelah melewati loket.


Loket tempat Anda mendapatkan tiket pun tidak kalah indahnya. Ada hiasan bunga-bunga yang digantung dengan rapi. 



Setelah Anda membeli tiket dan masuk ke dalam area taman bunga, sambutan berikutnya adalah tanaman bunga yang ditanam merambat dan bunganya bergantungan indah bertebaran saling melengkapi dengan keberadaan anggrek.



Lihatlah baru di area pintu masuk saja, saya sudah menghadirkan banyak foto bunga. Bisakan Anda bayangkan keseluruhan Taman ini? Sebagai pencinta bunga, saya pun tidak akan buang kesempatan berfoto bersama bunga anggrek ini. 


Saya melihat hamparan bunga indah dengan warna beraneka. Ada air yang mengalir sejuk dikelilingi bunga-bunga. Anda bisa simak video yang saya buat berikut ini. Aneka bunga Celosia disusun rapi berderet dengan bunga begonia dan bunga lainnya.

Bunga-bunga berwarna kuning di bagian tengah adalah bunga marigolds. Bunga marigolds ini juga terhampar indah di sisi bagian taman. Nanti akan saya sajikan pula gambarnya. 

Bunga berwarna merah tua atau keunguan di dalam video termasuk bunga jengger ayam atau celosia. Sementara bunga oranye kecil-kecil adalah jenis begonia. Tanaman bunga begonia juga ditanam di pot-pot yang diagantung ataupun ditepian jendela. 


Taman Bunga Nusantara akan lebih nyaman dinikmati saat suasana mendung, tidak terasa terlalu panas namun juga cerah. 


Gambar di atas adalah bunga-bunga yang ditata apik di dekat gedung utama. Jika Anda terus berjalan menurun ke arah taman yang luas, Anda akan melihat sebuah jam raksaksa yang ada di taman dengan diiringi musik lagu tema Taman Bunga Nusantara. Berikut ini video saya untuk Anda simak.

Berikut ini foto jam raksaksa di Taman Bunga Nusantara.


Jam ini memiliki jarum berwarna merah yang terus bergerak berputar tiada henti mengikuti musik dan dua jarum lainnya berwarna abu-abu. Jarum panjqng dan jarum pendek layaknya pada jam dinding pada umumnya. Keunikannya adalah di sekitar jarum jam ini, ditanami dengan tanaman bunga yang pendek. Lalu di sekitar jam ini ada tembok batu pendek yang dikombinasi dengan pagar besi mengkilap. 

Tidak jauh dari jam raksaksa ini ada labirin yang siap menguji nyali Anda untuk ditemukan jalan keluarnya. Lalu ada pula lapangan luas penuh bunga yang ditengahnya ada air mancur menari. Berikut ini video untuk Anda nikmati.

Videonya singkat saja ya. Saya mengambil video ini sambil duduk-duduk di kejauhan sebelum acara yang saya ikuti dimulai. 


Tapi saya sempat mengambil foto air mancur ini. Semoga Anda bisa menikmati keindahannya melalui foto yang daya buat ya. 


Bukan hanya menarik tarian air mancurnya. Ada beberapa bangku taman yang mengelilingi air mancur ini. Bisa Anda gunakan untuk duduk-duduk sambil menikmati percikan airnya. 

Tak kalah menarik dari air macur, pemandangannya pun sangat indah. 


Selain itu ada menara indah yang bisa Anda kunjungi untuk melihat pemandangan dari atas. 


Jika Anda masih kuat berkeliling, Anda bisa menikmati aneka taman bunga khusus di dalam taman bunga Nusantara. 

1. Taman Mawar

Salah satunya adalah taman mawar atau Rose Garden. Saya pernah menuliskan sedikit kisah tentang taman mawar ini. Anda bisa baca dalam artikel Taman Mawar di Taman Bunga Nusantara.


Beberapa bunga mawar yang sempat saya abadikan adalah berikut


Bagi yang ingin lihat videonya ada juga di sini. Silakan disimak.

Video saya yang buat. Aneka mawar tidak akan saya bahas detail karena pernah saya tuliskam di artikel tersendiri. Saya sudah cantumkan linknya di atas. 


2. Taman Amerika

Di taman Amerika, ada aneka jenis tanaman bunga yang khas tumbuh di Amerika. Bunga-bunga yang ditanam beraneka warna. Mulai dari aneka jenis bunga Aster, bunga hibiscus yang juga banyak tumbuh di Indonesia, bunga lavender, dan lain-lain. Foto di atas adalah bunga lavender ungu. Selain itu bunga Aster ungu juga ada tumbuh banyak di taman ini. 


Bunga-bunga lainnya tidak sempat tefoto satu persatu. Hanya secara garis besar saja.


Foto di atas adalah aneka bunga yang ditanam di taman Amerika di dalam Taman Bunga Nusantara. Ada foto penulis artikel di sana. 

Selain bunga sepatu pink besar yang nampak indah megah, Hidrangea pink  juga saya temui pula tumbuh di area ini. Berikut fotonya hibiscus pink dan hydrangea pink. 



Ada pula bunga-bunga bernuansa putih yang berkombinasi apik dengan bunga-bunga ungu di taman ini.



3. Taman Dahlia

Dari taman Amerika, saya mengunjungi taman dahlia. Taman dahlia letaknya bersebelahan dengan taman Amerika. Ada semacam pintu penghubung ke dua taman yang berada diantara bebungaan. Jika Anda tidak jeli, Anda tidak menemukan pintu itu. 

Berikut ini video saya saat mengunnjungi Taman dahlia. Silakan disimak

 

Kisah singkat taman dahlia yang Anda simak tulisannya di sini: Taman Dahlia di Taman Bunga Nusantara.

Ada beranek ragam bunga dahlia di taman ini. Ada pula saung dahlia. Foto-foto bunga dahlia ada di artikel di atas ya. Berikut ini saya tambahkan foto saya bersama beberapa bunga dahlia koleksi taman ini. 


Saya merasa teramat senang melihat tanaman dahlia yang bisa tumbuh setinggi orang dewasa. Pastilah ada banyak foto saya bersama bunga-bunga cantik ini.


Anda bisa melihat aneka bunga dahlia cantik di dalam taman dahlia. Silakan tentukan warna favorit bunga dahlia Anda.

Saya melanjutkan perjalanan mengilingi taman ini untuk menikmati bunga marigolds kuning yang ditanam dalam larik-larik yang rapi dan imdah. 


Saya menaikan syukur saya pada Tuhan Sang Pencipta keindahan bunga yang beraneka warna ini. Megah dan kemilaunya marigolds kuning ini sungguh menawan hati. 



Selain itu, warna kuning ini nampak sangat kontras saat dipadukan dengan bunga celosia merah yang juga ditanam berderet rapi. 



Jadi, dengan keindahn ini, bukankah lebih dari cukup untuk saya merekomendasikan wisata bunga di taman bunga Nusantara bagi Anda? Bukankah ini bagai surga bagi para pencinta bunga? 

Jika Anda bilang kalau Anda pencinta warna pink, jangan kawatir, di sini ada pula bunga-bunga warna pink selain mawar. 



Masih banyak tempat yang belum saya ceritakan di sini. Ada foto-foto keindahan taman ini yang belum terpasang di artikel ini. Menunggu Anda untuk mengunjungi langsung ke lokasi. Untuk kenang-kenangan, Anda juga bisa berfoto di dekat batu besar yang menyajikan data peresmian Taman Bunga Nusantara. 


Masih ada kesempatan untuk Anda berfoto dengan aneka anggrek di dekat pintu keluar. Apa warna Anggrek kesukaam Anda? Dominasi ungu dan putih yang ada di dekat pintu keluar Taman Bunga Nusantara. 




Semoga Anda menikmati sajian kisah wisata saya di Taman Bunga Nusantara.

Terakhir tapi tidak kalah pentingnya. Jika Anda mau pulang dan ingin beli bibit bunga, Anda bisa mampir ke Bursa Bunga dan tanaman. 



Saya sempat masuk dan melihat-lihat tanaman yang dijual di sini. Memang ada beraneka. Dan saya sempat memotret satu bibit indah bunga matahari.


Karena letak bursa tanaman ini ada di bagian luar, Anda bisa mengunjunginya setelah puas menikmati bagian dalam Taman Bunga Nusantara. 

Bahkan di area luar taman pun ada bung-bunga yang menghiasi dan patung angsa raksaksa akan menyambut maupun menyampaikan selamat jalan atas kunjungan Anda. 

Ingin rasanya saya kembali ke sana. Pesona taman bunganya sungguh sangat menancap di hati. Sudah sekitar bulan April 2019 saya mengunjungi Taman ini. Tapi saya baru bisa menuliskam lengkap jadi satu artikel di bulan Oktober 2019. Tulisan dengan teman ini saya pilih sebagai tulisan saya ke 500 di Kompasiana. 


Semoga Anda menikmati perjalanan kisah-kisah saya di Kompasiana. Terimakasih telah menjadi di pembaca - pembaca setia tulisan-tulisan saya sampai yang ke 500 ini. Terimakasih bagi para kompasianers yang berkenan memberi vote pada artikel-artikel saya. 


Biarlah artikel ke 500 dari penulis menjadi artikel ciri khas penulis yang sangat mencintai bunga dan puisi. Maka artikel ini saya akhiri dengan sebait puisi karya saya pribadi: 

"Saat aku dan bunga ingin menyatu
Dalam semerbaknya pun tak tersisa satu
Indah pesonanya tak terperi kalbu
Meninggalkan jejak kenangan manis menderu "


..
Kisah lama
Wisata bunga
#TamanBungaNusantara


Semua foto dan video dalam artikel ini adalah dokumen pribadi saya. By Ari Budiyanti

Sebagian besar adalah hasil foto saya


Written by Ari Budiyanti

4 Oktober 2019


Sudah dituliskan di Kompasiana 

Selasa, 01 Oktober 2019

Cekam Hati

Pagi itu begitu sepi
Di langit bergelayut sunyi
Kelabu awan mengiringi
Ada rintik kecil menghiasi

Lalu suasana hening membayangi
Hati yang mendadak mencekam
Melihat pemandangan nurani
Membuat aman itu terbenam

Takut kurasai melihat gemuruh
Saat bus itu sejenak melewati
Pagar kawat berduri berdiri teguh
Melingkari untuk persiapan melindungi

Di sudut sana ada gegap suara terpadu
Tak terdengar jernih dari tempatku
Di dalam sesaknya bus kota ku melaju
Meninggalkan batin yang mencekam pilu

Entah mengapa ada cekam melanda hati
Seolah takut membayangi langkah kaki
Karena apakah ini semua terjadi
Di negeri tempat yang aku sayangi

Janganlah cekam melanda menggelora
Janganlah takut merambah sukma
Janganlah gundah menghentikan langkah
Janganlah berhenti harapan meruah

...

Sebuah rasa hati yang tercekam

Written by Ari Budiyanti

#PuisiHatiAriBudiyanti