memotivasi diri

Teman-teman terkasih,

jika kau masih hidup sampai sekarang,
berarti kau masih beroleh anugerah Tuhan
yaitu kesempatan untuk mewarnai dunia dengan cerahmu'


My Beloved Friends,
if you still alive,
that means you still get a grace from God,
a chance to color the world with your bright.

Selasa, 01 Oktober 2019

Cekam Hati

Pagi itu begitu sepi
Di langit bergelayut sunyi
Kelabu awan mengiringi
Ada rintik kecil menghiasi

Lalu suasana hening membayangi
Hati yang mendadak mencekam
Melihat pemandangan nurani
Membuat aman itu terbenam

Takut kurasai melihat gemuruh
Saat bus itu sejenak melewati
Pagar kawat berduri berdiri teguh
Melingkari untuk persiapan melindungi

Di sudut sana ada gegap suara terpadu
Tak terdengar jernih dari tempatku
Di dalam sesaknya bus kota ku melaju
Meninggalkan batin yang mencekam pilu

Entah mengapa ada cekam melanda hati
Seolah takut membayangi langkah kaki
Karena apakah ini semua terjadi
Di negeri tempat yang aku sayangi

Janganlah cekam melanda menggelora
Janganlah takut merambah sukma
Janganlah gundah menghentikan langkah
Janganlah berhenti harapan meruah

...

Sebuah rasa hati yang tercekam

Written by Ari Budiyanti

#PuisiHatiAriBudiyanti

Kamis, 26 September 2019

Ku Tak Tahu Makna

Lembar-lembarmu kubuka
Dalam diam aku membaca
Tiap larik kata untaian rasa
Yang terpijak dalam rangkaian asa

Pertama ku mengerti
Dan lalu kupahami
Maka ku berlanjut pergi
Menuju nyatanya hidup ini

Peristiwa demi peristiwa
Mengiringi perjalanan langkah
Teringat kembali untaian aksara
Yang menjadi tak lagi terarah

Bukan karena ku tak mau tahu
Pun pula atau karena rasa ragu
Hanya saja semua menjadi biru
Dalam sedu sedan nyatanya kelabu

Indahnya asa yang teruntai dalam kata
Bermaknanya rasa yang terangkai makna
Menjadi gelap tanpa bayang satu
Semua tertutup dalam sejuta sendu

Semua yang tadi terbaca indah
Menjadi tak lagi berjejak dalam langkah
Semua yang terbaca bagai inspirasi
Menjadi seolah berkabut tak berperi

Ah nyatanya hidup ini
Mengapa tak jua seindah puisi
Sungguh kini ku rasa
Ku tak lagi tahu makna

...

Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti

Kamis, 19 September 2019

Tawamu Menggetarkan Kalbu

Sejenak melangkah dalam lelah
Menuju peristirahatan yaitu rumah
Tak sengaja bersua dia dqlam langkah
Yang mendadak menjadi ramah

Tawa itu mengejutkanku
Meski tanpa suara didepan mata
Hanya membalas dalam simpul senyum
Pertanda pertahanan rasa tak tertata

Hadir pula sapamu dalam sejenak
Memberiku ruang untuk terperanjak
Pun bicara tanpa tersesak
Tentang apa yang menjadi gejolak

Bukan tentang rasa yang membara
Hanya sedikit desiran dalam jiwa
Menyambut sapa hangat pesona
Dalam kibaran debur nada cinta

Mengapa bersua menjadi penanda
Sebuah ikatan tanpa makna
Mengapa hati menjadi tergundah
Karena hadir tawa dan sapa saja

Ah hati
Sebegitu rumitkah dalammu
Membuat pemiliknya penuh sendu
Dalam bayang semu sebuah temu

..

Written by Ari Budiyanti
19 September 2019

#PuisiHatiAriBudiyanti

Pengembara Cinta

Diujung timur pulau Jawa
Semuanya berawal kisah
Saat cinta pertama terajut
Dalam sebuah nyata bahasa

Bertahun merangkai untaian cerita
Menebarkan makna dari cinta
Pada semua yang tersua
Dalam derap tangis pun tawa

Mengalirkan sepenuh cinta
Tanpa memilih terus mengalir
Tanpa membedakan yang disebut kasta
Karena hanya cinta saja

Perjalanan berakhir penuh kenangan
Tersirat dalam segala benda pemberian
Tanda tersedihkan perpisahan
Meninggalkan ujung kota di Timur Jawa

Berlanjut tanpa henti cinta mengembara
Dalam bentangannya ke tengah pulaunya
Dalam kisah indah mengalir sama
Tetap memberi makna pada jiwa-jiwa

Mengejar ketertinggalan dalam gejolak
Bertarung melawan segala pergumulan
Berjuang menyelesaikan setiap panggilan
Dalam mulianya sebuah perjuangan

Tal terhenti hanya di tengah pulau Jawa
Berlanjut kisah perjalanan indah
Menuju sisi Barat pulau yang sama
Dalam segala pernak-pernik yang senada

Masih bersua mreka yang dianggap kecil
Mreka yang sering terlupakan suaranya
Mreka yang dianggap belum mengerti
Mreka yang selama ini justru mengajarku

Tak lekang waktu mempersatukan
Antara rindu menunaikan cinta
Pada mereka yang membutuhkan karya
Bukan sekedar kata-kata

Dalam berat dan penat saling beradu
Pun emosi saling berseteru
Seolah memberi pertanda agar mengadu
Pada Sang Khalik Sang Pemandu

Bilakah perjalanan cinta ini diakhiri
Bilakah segala daya juang terhenti
Bilakah lelah mengasihani diri
Bilakah waktunya semua selesai

Pengembara cinta ingin lagi melangkah
Menuju sisi lain dalam pulau ini
Apakah perjalanan harus berganti
Atau masihkan tetap dalam jalur lama

Semoga pada akhirnya nanti
Segala perjalanan pada arah pasti
Agar tiada ingin berhenti
Terlebih mengakhiri

Pengembara Cinta dalam renung diri
Ditemani kerlip bintang penuh pesona
Menunggu sebuah keputusan nurani
Untuk melanjutkan perjalanan tertata

...

Written by Ari Budiyanti
19 September 2019
#PuisiHatiAriBudiyanti

Rabu, 18 September 2019

Terbenam di Sudut Kepala

Kupikir saja dalam angan
Bahwa aku cukup kuat menanggungnya
Kurasa saja dalam batin
Bahwa ku mampu menerimanya

Namun ..
Nyata berkata lain terkadang
Saat lelah badani menyeruak
Membakar semua energi tersisa

Merenung lagi mencoba memahami
Apakah arti semua ini
Adakah suatu pertanda saja
Ataukah memang sebuah petunjuk

Bila ini tepat yang kupilih
Mengapa raga ini menolak bertahan
Sebesar apapun usaha jiwa meronta
Yang tersisa hanya sebait gundah

Bukan karena aku tak cinta
Justru kasihku teralirkan melimpah ruah
Namun kekuatanku sungguh berbatas
Atas semua gempuran emosi menyerang

Bukan aku mau mundur dan kalah
Atau lupa bagaimana cara bertahan
Hanya saja fisik ini berkata lain
Jika lebih lama tinggal semakin ambruk

Bila memang harus kulepaskan
Pastilah derai air mata berkejaran
Karena harus meninggalkan
Sebuah perjalanan yang kucinta

Sebuah kisah batin yang menginspirasi
Sebuah harta yang tersembunyi
Sebuah kekayaan yang tak terselami
Kudapati semua ada di sini

Dalam derai tawa sukacita mereka
Dalam kelembutan perhatian juga
Dalam sentuhan kemurnian kasih
Dalam doa yang tak putus-putusnya

Dalam segala yang tak tertuliskan
Semua haruskah ku tinggalkan
Demi apakah aku bisa rela
Jika bukan karena badan tak kuasa

Menanggung letih ini
Memikul beban emosi
Meratapi kegagalan diri
Terperosok dalam ilusi

Bila ku pergi nanti
Belum kuputuskan kini
Masih hanya terbenam rapi
Di suatu sudut kepala ini

Written by Ari Budiyanti

Dalam segala lelah emosi dan badani
#PuisiHatiAriBudiyanti

Minggu, 15 September 2019

Merindu Hadirmu Sang Hujan

Panas sudah menemani berbulan-bulan
Terik mentari siang menyengat badan
Saat angin menyapa, debu berhamburan
Menutup mata sekejap dalam kegelapan

Menatap langit berharap kelabu
Pertanda mendung menggelayut sendu
Namun tiada itu terbentang syahdu
Hanya tertinggal sisa senja memdayu

Kapankah titik airmu menetes ke bumi
Rindu semua menanti hadirmu
Meski hanya sekedar melepas penat hari
Dalam rintik air dingin menyelimuti pilu

Di sisi sana ada yang tersesak pengap
Karena terperangkap selimut asap
Akibat terbakarnya hutan yang kering
Karena kemarau yang tak jua berakhir

Tertutup samar wajah oleh pengaman
Agar udara berasap tak menetap tinggal
Di kedalaman setiap paru-paru insan
Tetapi tetap asap menyelusup sepenggal

Tidakkah kau rindu menyapa bumi
Yang terus menanti hadirmu lagi
Seruan-seruan ternaikan dalam pedih hati
Satu persatu terlantunkan doa kini

Yang terus terbakar di ujung sana
Tak jua memberi sekedar pertanda
Akan berakhirnya segala nuansa
Penuh asap dan tetes air mata

Sang hujan di atas sana
Segeralah datang turun ke mari
Redakanlah panas dan asap membara
Sejukkanlah lagi segar udara

Rindukah kau pada kami
Yang masih juga setia menanti

...
Written by Ari Budiyanti
15 September 2019

Puisi hati
Rindu hujan lagi

Sabtu, 14 September 2019

Jangan menyerah menggapai mimpimu


Apakah hatimu sudah menemukan mimpimu?Apakah kau sedang berjuang menggapainya?Apakah kesempatan datang untukmu mewujudkannya?

Adakah penghalang yang membuatmu merasa ingin berhenti memperjuangkannya? 

Ataukah hatimu teguh mempertahankan dengan tekad hati?

Bila iya adalah jawabanmu utk pertanyaan terakhir, 

Tetaplah semangat meraih mimpimu 

Hatimu tak kan bisa mengingkari inginnya

Padukanlah langkahmu dengan mimpimu

Agar hatimu dipenuhi dengan kekayaan

Bukan kekayaan harta tapi kekayaan jiwa

Yang tidak terbeli oleh uang atau apapun

Percayalah pada hati kecilmu

Raihlah mimpimu

Berjuanglah tanpa henti sampai kau wujudkan mimpimu

selamat berjuang sahabat-sahabatku


....

Written by: Ari Budiyanti... 

Inspired by: my dream :)