memotivasi diri

Teman-teman terkasih,

jika kau masih hidup sampai sekarang,
berarti kau masih beroleh anugerah Tuhan
yaitu kesempatan untuk mewarnai dunia dengan cerahmu'


My Beloved Friends,
if you still alive,
that means you still get a grace from God,
a chance to color the world with your bright.

Selasa, 10 Maret 2020

Di Kaki Gunung Slamet

Setiap fajar menyingsing penanda esok telah tiba
Buaian angin sawah bertiup membuat tananan padi yang belarik-larik menari
Meniupkan terkadang aroma tanah yang basah tersiram embun pagi bercampur gerimis
Kabut tipis hingga tebal pun kadang mengiringi hadirnya mentari

Kokok ayam jantan sering membangunkanku karena nyaringnya
Membuatku harus menilik apakah mentari telah menilik di ufuk timur
Melangkahkan kaki menuntun sepeda roda duaku
Sebentar saja mengitari sebagian kecil area desaku

Jika beruntingku dapati pesona gunung Slamet
Meski kecil nampak dikejauhan pandangan
Namun megahnya tak terkirakan rasa
Keberadaannya selalu kunantikan di tiap pagiku

Indahnya pesona alam di kaki gunung Slamet
Menjadi bagian kehidupansejak masa kecilku
Rajutan kenangan indah manis maupun duka perih
Saling menjalin menjadi sebuah memori di kedalaman batin 

Tak akan kulupa indah desaku 
Tempat kelahiranku di masa lalu
...

Written by Ari Budiyanti
11 Maret 2020

#PuisiHatiAriBudiyanti

Minggu, 08 Maret 2020

Kenyataan dan Penerimaan

Terkadang inginku begini atau begitu di masa lalu
Agar yang terjadi menjadi sesuai harapan begini dan begitu

Atau begitu banyak kata seandainya terucap di masa kini
Ketika berpapasan dengan kecewa karena kegagalan di masa yang telah lewat

Di sisi lain menuntut orang lain dan kondisi yang berubah
Agar semua terpenuhi mauku

Namun yang ada hanya kecewa batin dan kalbu
Karena yang terjadi bertolak belakang dengan segala harapan

Semua kata "seandainya" menjadi sia-sia
Semua kata "seharusnya" menjadi tanpa makna 
Saat berjumpa dengan kenyataan 
Yang harusnya dihadapi dengan penerimaan

Hidup menjadi lebih lega dalam damai 
Bila penerimaan diri dan kenyataan menjadi yang terutama
Dalam rangkaian doa dan syukur terpanjatkan
Pada Sang Penguasa hati, Pemilik Semesta

..
Written by Ari Budiyanti
9 Maret 2020

#PuisiHatiAriBudiyanti



Sabtu, 07 Maret 2020

Retakmu Mengejutkan

Ketika kumenatap ke layar kaca
Kulihat sebuah berita 
Retaknya dinding rumah warga 
Karena peristiwa alam yang menjadi bencana

Berat bagi mereka yang tertimpa
Peristiwa malang di masa ini
Seperti mereka yang terlanda banjir
Demikian juga bencana lainnya

Ini alam tempat kita tinggal
Terkadang bencana tak bisa dihindar
Hanya bisa mendoa agar tabah dan sabar
Menerima masa-masa sulit karena bencana alam

Semoga segera reda getar alam penyebab retaknya rumah warga
Semoga kekuatan dan ketabahan bagi para korban bencana
Teriring doa bagi bangsa tercinta
Di tanah Indonesia yang kaya

...
Written by Ari Budiyanti
8 Maret 2020

#PuisiHatiAriBudiyanti

Terinspirasi lihat berita bencana retak dinding rumah warga karena di area Magelang, Jawa Tengah

Remang Gelap Ini Milik Si Ratu Malam

Malam telah tiba dalam kerlipan bintang di angkasa
Pun rembulan yang mengintip di balik awan menggelap
Mendung itu meniadakan kerlipan bintang dalam sesaat 
Mengaburkan keceriaan saat tarian kunang-kunang berpadu 

Lalu kualihkan pandangan menujumu
Yang tiasa peduli keberadaan malam gelap dingin yang terselimuti kelabu awan
Hadirmu tetap sama dan tepat waktu
Saat semua mata sudah terpejam
Saat semua lelah insan sudah menyadu dalam istirahat raga
Saat itulah hadir sempurnamu

Kau tidak peduli bila tiada yang menatap indahmu
Kau akan tetap menampilkan terbaikmu
Bahkan bila serangga malam pun enggan berkunjung karena rintik.hujan
Kau memilih tetap hadir dalam sempurna mekarmu

Putih pesonamu menebar harum semerbak 
Bahkan ketika kupu-kupu lupa keberadaanmu
Atau lebah telah berada di peraduan bermadunya
Kau tetap hadir dalam kelengkapan hiasan mahkotamu

Kaulah di ratu malam selamanya
Kaulah bunga Wijaya Kusuma
Hadirmu tak tergantung cuaca malam
Mekarmu tak tergantung kecerahan malam
Semerbakmu tak terikat keberadaan ciptaan lainnya

Aku selalu rela berteman sepi 
Demi melihat hadirmu dalam sempurna mekarmu
Bahkan ketika hanya berteman hening di tengah taman 
Aku setia menantimu hai ratu malam

...
Written by Ari Budiyanti
9.42 pm
7 Maret 2020

#PuisiHatiAriBudiyanti

Dalan penantian mekar bunga Wijaya Kusuma

Jumat, 06 Maret 2020

menyelinap kebahagiaan dalam pahit manis kenangan

Dalam senyap aku merenung 
Selintas peristiwa mengiring perjalanan renungku
Ada bahagia menyelinap kalbu saat teringat
Aneka kenangan manis yang menjelma

Ada kisah tak kutahu yang tetiba mampir
Melipir dalam sebuah memori yang kembali hadir
Tentang dia yang tercinta 
Tentang mereka yang menginspirasi 
Tentang indahnya alam semesta
Tentang semua yang pernah merambah sukma
Dalam sebuah perjalanan keberadaan Dalam sebuah kekekalan ingatan 

Percayalah pada pikiranmu yang baik ketika menyelinap di suatu masa
Tentang sebuah kenangan di masa yang telah berlalu
Bahwa kebahagiaanmu ada dalam kekekalan ingatan yang indah 
Resapkanlah yang manis sampai ke relung kalbu
Sehingga pahit yang terasa memberi makna beda 
Semakin pahit kenangan yang pernah terajut
Semakin memberi makna akan manis yang tercipta
Hargailah pahit dan manismu
..


Written by Ari Budiyanti
7 Maret 2020

#PuisiHatiAriBudiyanti

gersangmu menghujam batinku

Menatap sisimu yang kini tak lagi hijau
Dalam balutan memori indahmu yang pernah menghiasi dinding di tepiku
Terpampang kini sisa kehidupan yang pernah kau tebarkan
Hanya coklat tua daun kering menghias tepian tamanku kini

Gersangmu sungguh memedihkan batinku
Saat melihatmu mati tak berklorofil lagi
Oksigen segar tak lagi kau bisa hasilkan
Pun serapanmu pada karbondioksida tak lagi mampu dilakukan
Kau kini hanyalah tinggal kenangan
Dedaunan keringmu saja perlambang pernah adamu

Meski keberadaanmu sesunggunya indah mempesona
Namun terkadang memang yang indah itu tak selamanya ada bersama kita
Selamat tinggal hijau sisi tamanku
Meski gersangmu menghujam batinku namu relaku melepas kepergiaanmu kini

Written by Ari Budiyanti
6 Maret 2020

#PuisiHatiAriBudiyanti

Selasa, 03 Maret 2020

lukisan malam tanpa hadirmu

Senyap sudah sekelilingku kala ini 
Saat kulihat gemerlap bintang di angkasa tinggi tanpa suara
Pendar bulan hanya suram tak nampak semua 
Ketika perjalanan awan mendung menyelimuti keberadaan para penghuni angkasa malam

Ada banyak getar takut dan was-was tersebarkan di satu masa
Saat semua penghuni di bawah angkasa merasa cemas
Atas sebuah wabah penyakit baru karena hadirnya virus terkenal itu
Mendunia dalam sekejap namanya memberi gentar pada banyak nyawa

Kulukiskan sejenak kisah ini pada malam meski tanpa hadirmu
Segala gundah gulana dari seruan dan jeritan banyak suara mengangkasa
Ratap dan doa agar terhindar dari mara bahaya penyakit yang disebarkan virus ternama itu

Dalam gelapmu hai petang setelah lewati senja hingga hitam menguasai langit
Dalam rangkaian tawa yang tergantikan desas-desus dan bisik-bisik kekuatiran
Dalam segala suasana hati yang ramai dengan aneka isunya
Dalam saat ini aku sungguh merindu hadirmu di sisiku menemani

Kita menikmati malam meski tanpa bintang
Kita menyapa rembulan yang bersembunyi di balik mendung awan
Kita menikmati sunyi malam tanpa gejolak ketakutan melanda sukma
Sungguh hanya bisa kulukiskan malam tanpa hadirmu
Meski aku sungguh rindu

...
Written by Ari Budiyanti
3 Maret 2020
#PuisiHatiAriBudiyanti