memotivasi diri

Teman-teman terkasih,

jika kau masih hidup sampai sekarang,
berarti kau masih beroleh anugerah Tuhan
yaitu kesempatan untuk mewarnai dunia dengan cerahmu'


My Beloved Friends,
if you still alive,
that means you still get a grace from God,
a chance to color the world with your bright.

Minggu, 26 Mei 2019

Duka karena insan kecil

Sontak hati saya menangis ...
Terluka melihat iring iringan mereka
Jiwa jiwa milik para insan kecil
Yang menyerukan kebencian mendalam
Yang mengingini kematian seseorang
Dan tanpa malu menyerukannya
Dalam ketetbukaan ...

Di manakah keindahan jiwa - jiwa mereka
Yang seharusnya dipenuhi kasih sayang
Yang seharusnya diukirkan kepedulian pada sesama
Yang semestinya ditanamkan hasrat mengasihi sesama ciptaan Tuhan

Di manakah nurani kita
Para orang dewasa yang mendengar
Dan memandang seruan-seruan keji itu
Apakah peran kita ..
Sudahkan lebih mengawasi lebih dalam
Sudahkan membentengi lebih bijaksana
Jiwa jiwa insan kecil lainnya
Yang ada disekeliling kita

Ini bukan sekedar pawai..
Ini rusaknya moral manusia..
Ah.. lebih banyaklah meluangkan waktu berkarya
Mendidik jiwa jiwa insan kecil ini
Lebih banyaklah berdoa
Menjagai mereka agar terjauhkan
Dari racun kebencian
Dari racun perpecahan bangsa
Dari racun yang ditebarkan penuh dengki

Oh Tuhan..
Ampunilah kami
Ketika kami kurang serius
Mendidik jiwa jiwa insan kecil
Yang Kau percayakan pada kami

Tangisan pilu seorang pendidik melihat aksi jiwa jiwa insan kecil di kota Jakarta beberapa hari lalu
Written by Ari Budiyanti

Sabtu, 25 Mei 2019

Ketika Aku Tiba-Tiba Tiada

Ketika ku tiba-tiba tiada
Di bayang-bayang sapuan senja
Oleh impian segala cita
Seperti harap indah dua jiwa

Ketika ku tiba-tiba tiada
Oleh indahnya semerbak bunga
Tenggelam dalam harumnya pesona
Terbangkan ingin diri dalam semerbaknya

Ketika aku tiba-tiba tiada
Tersisa aksara dalam dongeng semata
Atau kisah cinta dalam rangkaian kata
Yang mengalun dalam untaian nada

Ketika aku tiba-tiba tiada
Oleh kayanya ilmu tumpukan buku saja
Hanyut dalam buaian bijaksana
Karena hikmat indah para pujangga

Ketika aku tiba-tiba tiada
Jangan sedih pun berduka
Hanya kenangkan saja dalam rasa
Yang terpatri indahkan segala masa

Ketika aku tiba-tiba tiada
Semoga ku telah selalu ada
Dalam batas rindu memori jiwa
Yang mengiring dalam perjalanan senja

Ketika aku tiba-tiba tiada

....
Written by Ari Budiyanti
25 Mei 2019

Sedih dan Ku Berdoa

Saat rentetan peristiwa terjadi
Menggugah emosi batin merintih
Duka mengalir bersama getir
Melihat pertikaian di bumi pertiwi

Perang kata-kata di sana sini
Beradu kemarahan saling memaki
Tak ingin aku bersembunyi
Menganggap batin tenang terkendali

Hancur hatiku mendengar berita
Bahkan melihat rentetan peristiwa
Bukankah kita adalah saudara
Memiliki bumi pertiwi yang sama

Mengapakah kerusuhan terjadi
Mengapakah ada korban jiwa dan terlukai
Mengapakah terus menorehkan pedih
Di bumi pertiwi yang sedang bersedih

Bisakah semua ini mejadi yang terakhir
Jangan ada lagi tangisan karena bertikai
Bisakah bersama mewujudkan damai
Bagi Indonesia bumi pertiwi

Ku tak tahu harus berkata apa
Kupanjatkan berlarik doa
Untuk segenap bangsa
Damailah bumi Indonesia

....

Written by Ari Budiyanti
25 Mei 2019

Kamis, 23 Mei 2019

Paduan Segala Nuansa Rasa

Resah
Saat menderu desakan rasa
Seumpama sang bayu kencang melanda
Membuat dedaunan pohon berdansa

Gundah
Saat pesona indahnya mendera
Seumpama melayang layang sang jiwa
Membuat hati terbangkan segala damba

Rindu
Saat sehari kau tak hadir menyapa
Ku tahu bukan karna sengaja
Namun sungguh kau tak kuasa

Cinta
Saat kupikir itulah satu-satunya alasan
Ketika ku sungguh terlalu menantikan
Sekedar menanti kabar keberadaan

Ketika semua gejolak itu berpadanan
Dalam satu saja kuatnya hempasan
Membawa nuansa hati dalam paduan
Menyatu resah, rindu, gundah dan cinta

...
Written by Ari Budiyanti
23 Mei 2019

Merindu Kisah Sejati

Ku bilang lelah
Sungguh tak betah

Ku kata jengah
Sungguh tak pernah

Hari berganti hari
Terlewati sendiri

Dalam resah dan sesak
Yang kian lama mendesak

Kuingin berhenti
Sungguh tak terperi

Bila masih kujalani
Sungguh hanya kebaikan hati

Kau terus berjuang
Tak mengenal kata pantang

Pantang menyerah
Terus berserah

Melihat giatmu penuh harap
Hatiku tersemangatkan derap

Melihat caramu mencinta
Membuatku belajar menerima

Bahwa kisah itu bisa ada
Ketika dua mau berjuang bersama

...

Written by Ari Budiyanti

#PuisiHatiAriBudiyanti

October 16
2019

Selasa, 21 Mei 2019

Pugar Rindu

Ah rindu lagi padamu terasa
Yang tersayang di ujung lain dunia
Terpisahkah oleh luasnya samudera
Ataukah sebatas membentang cakrawala
Rindu bersua dalam padanan jiwa
Rindu berkisah dalam untaian nada

.... terpisah lama darimu membuatku merasa ...

Ah cemburu..
mengapa kau buat hatiku menderu
Dalam kobaran api memburu..
yang tak kunjung berhenti berseru
Cemburuku karena rindu sapamu
Mengertikah kamu..?

.... berhentilah merindu dan segeralah bertemu...

Di sana kekasih hatiku
Kau dengarkanlah suara kalbu
Yang membatin lagu nuansa sendu
Karena sudah membiru hati merindu

Segeralah datang, segeralah bertemu
Agarku menuangkan semua rindu
Tak lagi hanya dalam bait-bait lagu
Tak pula dalam larik-larik kata pilu

...

Written by Ari Budiyanti
21 Mei 2019

Senin, 20 Mei 2019

Jangan Takut, Jalani saja

Bila bisa ingin berhenti saja
Detak jantung ini
Agar tiada detak cemas

Jika mungkin ingin berhenti saja
Denyut nadi ini
Agar tiada denyut takut

Pun seandainya ingin berhenti saja
Desah nafas ini
Agar tiada desah resah

Ah ..
Bagaimana bisa setakut ini
Bila mendengar segala berita

Mengapa..
Harus cemas merajai
Terlebih gundah menemani

Tak perlu takut pun gelisah
Menanggapi semua kisah
Percaya dan jalani saja

Bukankah kita punya Tuhan
Yang lebih berkuasa atas hidup dan mati
Mengapa resah dan gelisah pun gundah

Berserah pada Sang Pengatur Kehidupan
Berjaga-jagalah senantiasa dalam doa
Percayalah semua ada makna indah

Usirlah segala takut dan cemas
Buanglah emosi negatif merintih batin
Kuatkan imanmu pada Sang Penguasa

Jangan Takut, Jalani saja
..

Teruntuk bangsaku tercinta
Doaku agar terjagai damai dan keamanan  di negara tercinta Indonesia
Tanah Air Tumpah darahku

Written by Ari Budiyanti